Project Existing Ditawar Miring? Coba Pertimbangkan 3 Hal Ini

Bismillahirrahmanirrahim.

Jika bekerja sebagai freelance progammer, biasanya kita memajang portfolio kita, baik di blog pribadi maupun website profil usaha kita (misal seperti porfolio saya ini). Akan sangat mungkin ada calon klien datang/menghubungi kita kemudian tertarik dengan project/sistem yang sudah kita buat (project untuk klien lama). Beliau ingin membeli sistem tersebut dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan beliau.

Penawaran Harga dari Klien

Biasanya, pada tahap negosiasi harga, calon klien menawar harga dengan miring (baca: lebih murah) dari biaya development di awal, dengan pertimbangan:

  1. Project/sistem lama tinggal diduplikat.
  2. Hanya sedikit modifikasi sesuai kebutuhan perusahaan beliau.

Sehingga menurut beliau, developer (kita) tidak banyak yang dikerjakan lagi, jadi biaya development “bisa ditekan” seminim mungkin.

Kadang kita sebagai developer meng-amin-i pertimbangan tersebut (apalagi jika “sedang mendesak”) sehingga akhirnya terjadi kesepakatan dengan harga (miring) sesuai tawaran calon klien.

Pertimbangan Mempertahankan Harga

Kali ini saya ingin share beberapa pertimbangan agar kita (developer) dapat mempertahankan harga sesuai dengan harga yang lama, bahkan lebih tinggi dari harga yang lama.

1. Klien baru (jauh) lebih hemat waktu

Sistem sudah jadi, klien baru tidak perlu menunggu lama. Klien baru cukup menunggu kita untuk menduplikat dan modifikasi sistem yang sudah ada untuk beliau. Mungkin hanya perlu waktu 1-2 minggu, sistem sudah bisa diuji coba.

Bisa dibayangkan jika project lama belum ada, otomatis kita harus develop dulu sistemnya dari awal, berapa minggu/bulan waktu klien akan menunggu sampai sistem siap diuji coba? 1 bulan? 2 bulan? 3 bulan?

2. Sistem “minim Bug”

Jika sistem tersebut sudah digunakan oleh klien (lama), misal selama 6 bulan atau 1 tahun, pasti sudah ada tau banyak laporan kendala-kendala dan error-error yang terjadi pada sistem selama penggunaan. Otomatis sejak awal hingga sekarang, sistem tersebut sudah banyak dilakukan bugfix dan improvement di sana-sini, sehingga sistem tersebut semakin handal dan nyaman digunakan oleh user.

Pada kondisi ini klien baru tidak akan mendapatkan problem yang sama dengan klien lama. Tinggal menikmati sistem yang sudah handal dan “minim bug”.

Disclaimer: Tidak ada sistem yang bug-less, kalaupun ada, pasti akan sangat sedikit dibandingkan saat sistem baru selesai dibuat.

3. Yakin modifikasi hanya sedikit?

Nah ini yang kadang terabaikan oleh kita (sebagai developer). Pada awalnya, memang point-point/bagian-bagian yang akan dimodifikasi (untuk menyesuaikan kebutuhan) hanya sedikit. Tetapi (nanti) kita akan lihat beberapa waktu sistem tersebut jika digunakan oleh klien baru, (pasti) akan bermunculan permintaan-permintaan modifikasi diluar dari kesepakatan awal.

Hal ini memang lumrah sekali, karena setiap perusahaan memiliki bisnis proses dan strategi yang berbeda-beda, walaupun bidang usahanya sama. Misal sama-sama kampus, sama-sama perusahaan ekspedisi/kurir, atau sama-sama perusahaan dealer otomotif, pasti ada perbedaan peraturan dan kebijakan yang diadopsi ke dalam sistem. Ini yang harus kita antisipasi sebagai developer sistem.

Sekali lagi, awalnya memang “rencana modifikasi” sedikit, tetapi seiring berjalannya waktu biasanya akan banyak penyesuaian lagi diluar dugaaan kita. Dan sekali lagi ini sangat lumrah/wajar.

Keuntungan Para Pihak

Disclaimer: Ingat ini masih tahap negosiasi, belum tentu deal ya.

Baik kita coba simpulkan dari beberapa pertimbangan di atas.

Keuntungan yang akan didapatkan developer

Dengan mempertahankan harga, ini keuntungan yang akan didapatkan freelance programmer:

  1. Bisa mempertahankan harga (jasa) agar tetap bagus.
  2. Experience/pengalaman bertambah setelah diskusi calon klien baru (terutama di sisi bisnis proses perusahaan yang bidangnya sama).
  3. Jika deal, tidak perlu (lelah) develop sistem dari awal.

Keuntungan yang akan didapatkan klien baru

Dengan harga yang disepakati (walaupun dianggap tinggi), ini keuntungan yang akan didapatkan oleh klien:

  1. Hemat waktu, tanpa menunggu lama sistem bisa langsung diuji coba/digunakan.
  2. Sistem sudah “minim bug”, karena sudah dilakukan bugfix dan improvement.
  3. Jika perlu fitur tambahan, tinggal improve dari fitur yang sudah ada.

Kesimpulan

Jadi masing-masing pihak akan mendapatkan keuntungan yang sepadan (bahasa kerennya: “worth it”). Bagi teman-teman yang berprofesi freelance programmer, seperti saya, silakan gunakan pertimbangan-pertimbangan di atas untuk diskusi/negosiasi dengan calon klien baru. Insyaallah akan terjadi win-win solution antar kita dengan calon klien baru. Aamiin..

  1. Ini adalah pendapat pribadi saya menurut pengalaman selama bekerja freelance.
  2. Pertimbangan-pertimbangan di atas tidak mutlak cocok bagi semua freelance programmer, jadi boleh dipakai, boleh tidak.
  3. Pertimbangan di atas berlaku untuk project/sistem yang khusus dibuat untuk klien dengan bidang usaha tertentu, mungkin kurang cocok untuk produk software yang dijual retail.

Semoga bermanfaat, terima kasih atas waktu teman-teman sudah membaca artikel ini.

comments powered by Disqus